Monday, 22 April 2013


Salah satu perbedaan yang cukup signifikan antara Kurikulum 2006 (KTSP) dengan Kurikulum 2013 yaitu berkaitan dengan perencanaan pembelajaran. Dalam Kurikulum 2006, kegiatan pengembangan silabus merupakan kewenangan satuan pendidikan, namun dalam Kurikulum 2013 kegiatan pengembangan silabus beralih menjadi kewenangan pemerintah, kecuali untuk mata pelajaran tertentu yang secara khusus dikembangkan di satuan pendidikan yang bersangkutan. Meski tidak lagi direpotkan membuat silabus sendiri (diambil alih kewenangan guru?), seorang guru tetap saja dituntut untuk dapat memahami seluruh pesan dan makna yang terkandung dalam silabus, terutama untuk kepentingan operasionalisasi pembelajaran. Oleh karena itu, upaya telaah (kajian) silabus tampak menjadi penting, baik dilakukan secara mandiri maupun kelompok (khususnya melalui kegiatan bedah silabus dalam forum MGMP), sehingga diharapkan para guru dapat memperoleh perspektif yang lebih tajam, utuh dan komprehensif dalam memahami seluruh isi silabus yang telah disiapkan tersebut. Sementara untuk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rencana Kegiatan Harian) tampaknya masih tetap menjadi kewenangan dari guru yang bersangkutan, yaitu dengan berusaha mengembangkan dari Buku Babon (termasuk silabus) yang telah disiapkan pemerintah. Yang membuat penasaran dan mungkin sering menggoda fikiran kita, kira-kira seperti apakah RPP yang sejalan dengan semangat dan prinsip-prinsip pembelajaran yang dikehendaki oleh Kurikulum 2013? Saya beruntung menemukan sebuah model RPP yang bisa kita jadikan referensi. Model ini saya peroleh dari komunitas FaceBook Ikatan Guru Indonesia, hasil Seminar Kurikulum 2013 yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Surabaya, 17 Maret 2013. Memperhatikan contoh silabus dan RPP yang diajukan ini, saya melihat ada nuansa yang berbeda dengan RPP yang dikembangkan selama ini, diantaranya: Langkah-langkah pembelajaran tidak lagi mencantumkan secara eksplisit dan detil tentang siklus eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, tetapi telah terbingkai secara utuh, dengan merujuk pada metode pembelajaran yang dipilih. Nilai-nilai dalam pendidikan karakter tidak hanya sekedar “ditempelkan” dalam rumusan tujuan atau langkah-langkah pembelajaran. Dan yang paling utama, pendekatan pembelajaran yang hendak dikembangkan telah menggambarkan sebuah proses pembelajaran yang lebih mengedepankan peran aktif siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya. Sementara guru lebih banyak menampilkan perannya sebagai pembimbing dan fasilitator belajar siswa (lihat langkah-langkah dalam kegiatan inti).

Download : disini
Posted by mi islamiyah On 20:39 No comments

0 comments :

Post a Comment

Arsip Web

Waktu Ujian

Asmaul Husna



Selamat datang di blog MI Islamiyah Kalilandak "Mewujudkan Siswa Yang Taqwa Unggul dan Berakhlakul Karimah

Kata Sambutan




Assalamualaikum Wr.Wb Dengan ini mengucapkan Alhamdulillah kami panjatkan puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia serta hidayahnya dan inayah-Nya,sehingga blog Madrasah kami bisa meluncur, dengan adanya blog ini memudahkan kami untuk memberikan informasi maupun mendapatkan informasi terbaru tentang kegiatan di kementrian agama Wassalamualaikum Wr Wb

    Text Widget

    Nomor Telp Penting

    Kemenag BNA (0286) 591112
    PLN (0286) 591021
    PMI (0286) 591471
    Satpol PP (0286) 591025
    Pengadilan Negeri (0286) 591051
    Pengadilan Agama (0286) 592810
    Polres Banjarnegara (0286) 591110
    Pemadam Kebakaran (0286) 592113
    Kejaksaan Negeri (0286) 591020
    RS Islam Banjarnegara (0286) 597015
    RS Umum Banjarnegara (0286) 593829
    RS Emanuel Klampok (0286) 47903